Sudah setahun lebih saya menginjakkan kaki di dunia baru (sebenarnya sudah agak lama) yang namanya kampus. Menurut saya sih, dunia ini beda 180 derajat sama masa-masa SMA dulu. Benar-benar beda. Banyak yang membedakan, sampai saya sendiri bingung mau menyebutkan mulai dari mana. Masalah teman sih, pasti di kampus kita sudah punya. Teman-teman baru dari berbagai penjuru daerah dan berbagai karakter. Mungkin yang membedakan ikatan dan kekompakannya kali ya. Saya punya teman di kampus, bahkan saya punya teman yang lebih dari teman (bukan pacar). Teman dekat saya, Ifa, yang notabene dulu juga satu sekolah sama saya, sekarang ini mengisi posisi sebagai penjaga gawang alias penjaga hati saya *eeeaaaaaa :) Semasa SMA dulu saya sama sekali engga kenal sama Ifa lho. Karena kami terjebak di fakultas dan jurusan yang sama di UNS, jadilah kami menjalin suatu hubungan. Selain Ifa, saya juga terjebak ikatan yang serius dengan Gita, teman saya semasa SMA yang hanya saya kenal sepintas. Jangan berpikiran macam-macam dulu :| Maksudnya hubungan dan kata serius itu tadi menunjukkan bahwa kami ini sekumpulan orang yang memiliki kelebihan dalam power berbicara alias cerewetnya minta ampun. Dan kami juga sama-sama memiliki ketidaknormalan yang merupakan ciri khas dari kami masing-masing. Di kampus, saya juga punya (agak) banyak teman yang kemana-mana selalu barengan (engga termasuk mandi dan BAB/K). Ketawa sana sini, makanpun bareng-bareng (kalo lagi pas longgar jam kuliah), luntang lantung nunggu dosen yang suka PHP, dan segala macam kegiatan lain yang terkadang penuh dengan tawa dan apa sajalah itu.

Tapi, sedikit banyak saya cukup (dan benar-benar) merindukan masa SMA saya yang bisa melakukan apa saja tanpa beban. Kalo di SMA dulu, lupa ngerjain tugas bisa nyontek teman atau ngerjain langsung di kelas sebelum bel masuk bunyi atau sembari menunggu guru datang. Nah sekarang kuliah, kalo lupa ngerjain tugas, ya bablas! Engga tahu deh gimana nilai akhirnya. Masih untung kalo dosennya baik dan memperbolehkan buat mengumpulkan tugas esok hari. Nah kalo yang engga, ya dada goodbye. Lulus atau ngulang, itu jadi sebuah misteri. Waktu ujian sebenarnya engga jauh beda dari zaman SMA dulu. Masih ada yang suka nyontek dan lihat materi. Saya terkadang juga masih begitu -_- (don't try this ya)

Yang bikin kelihatan bedanya zaman SMA sama kuliah saat ini adalah kekompakan. Memang teman-teman di kampus itu banyak dan baik-baik, tapi engga bisa sekompak zaman SMA dulu. Pasti ada kelompok A, kelompok B, kelompok C, dan ahh apalah saya juga engga paham. Saya sendiri juga lebih nyaman sama teman-teman yang sering kumpul sama saya dan pada akhirnya seperti membentuk kelompok tersendiri. Bisa sih kompak, tapi mungkin hanya beberapa saja. Dan itupun juga engga selalu. Karena kadang saya sendiri merasa engga nyaman dengan kelompok tertentu.

Beda sama zaman SMA dulu, apalagi waktu di SORGA. Semua serba kompak dan bareng-bareng. Nakal ya nakal bareng, mbeling ya mbeling bareng. Apapun itu deh, pasti kalo dirasa menyenangkan bakal dijalanin bareng-bareng. Meskipun terkadang ada beberapa yang hilang dari peredaran alias bolos, tapi rasa kebersamaan itu tetap kerasa. Kaya sambel bawang gitu, baunya susah banget hilang. Nah, SORGA itu seperti sambel bawang. Bukan baunya ya, tapi kebersamaannya. Sering sih kita engga sepaham, sering juga kita bertengkar. Tapi, ujung-ujungnya juga ketawa bareng lagi, nonton film bareng lagi :P

Yang saya kangeni dari teman-teman SORGA itu ramainya. Kita itu terkenal dan tersohor kelas paling ramai, sampai mana-mana lho. Suka banget nyanyi di kelas sambil mukul-mukul meja dan galon aqua. Entah itu waktu istirahat, jam kosong, atau sebelum shalat Jumat bareng. Suka banget godain adek-adek kelas yang lagi lewat atau anak-anak IPA yang biasanya jadi sasaran anak-anak cowok. Sampai diceramahi dan diajakin berdoa sama guru kimia (lupa namanya) Absen sidik jari saja berebutan dan suka bolak balik, padahal kita biasa absen lebih dari jam 07.00. Malah bahkan sering engga absen sidik jari, karena dirasa kurang efektif. Kalo engga merasa cocok dengan guru yang mengajar, pasti lebih dari setengah kelas hilang dan tinggal selusin cewek yang siap mendengarkan keluh kesah para guru. Tapi, kalo badungnya keluar, engga cowok engga cewek pada bolos sekelas dan jadi buronan guru-guru.

Guyonan yang terkadang garing tapi jadi lucu karena tingkah polah serta ekspresi anak-anak. Film yang tadinya horror jadi terkesan komedi karena selera humor kalian yang kadang menyimpang. Pelajaran yang membosankan bisa jadi pelajaran terheboh sepanjang sejarah. Ada yang ingat insiden Alex jatuh dari kursi gara-gara ulahnya Peak? Kejadian ini sampai bikin bu Ririn, guru yang engga pernah senyum, jadi senyum gara-gara tingkah polahnya Peak dan Alex (sumber didapatkan dari Peak). Banyak kejadian lucu dan absurd di kelas kita. Entah karena disengaja atau engga. Apapun itu, tetap saja membuat saya kangen sama SORGA.

Ahh... Seandainya bisa diulang ya :) Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita hidup saya. Engga bakal lupa saya ceritain ke anak cucu kalo saya dulu punya teman seautis dan seabsurd kalian :P Semoga sukses teman-teman! Semoga kita engga saling melupakan ya :) Semoga SORGA selalu jadi tempat berkumpul dan bernostalgia masa-masa gila. I miss you, guys! :')


Sebenarnya, saya bukan termasuk tipe orang yang suka keluar dan jalan-jalan. Tapi, sekalinya diajakin buat travelling ke tempat yang enak dan menyenangkan, langsung nagih. Yap! Itulah saya -_- Beberapa waktu yang lalu, saya diajakin dengan cara yang dadakan sama Dwi Ryan Permadi buat jalan-jalan dan sekalian main ke daerah Pacitan, barengan sama saudara-saudaranya. Langsung kebayang pantai pasir putihnya Pacitan yang memukau dan menggiurkan :) Dan langsung saja saya iyakan. Berangkat jam 08.00 pagi tanpa saya tahu sebenarnya kami bakal ke pantai mana.

Sebenarnya, Ponorogo dan Pacitan itu sebelahan. Hanya karena rute dan medannya yang naik turun dan berliku-liku, kami membutuhkan 2 jam lebih buat sampai di tengah kotanya. Masih di tengah kotanya lho, belum sampai ke pantainya. Awalnya, saya mengira bakal berhenti dan main-main di Pantai Srau. Tapi, setelah bertanya dan mengkonfirmasi ke Madin alias Dwi Ryan Permadi, ternyata kami bakal pergi ke Pantai Klayar. Langsung kepikiran kalo nantinya saya bakal kepanasan :| Tapi, gara-gara perkataan Madin yang bilang kalo pantainya lebih bagus daripada Srau, langsung berasa kepingin terbang biar saya sampai duluan :D haha.

Yang bikin kerasa tambah lama di perjalanan adalah, kami sama sekali engga tahu arah ke Pantai Klayar. Hanya berbekal papan penunjuk arah, kamipun terus berjalan (of course, we're not walking). Yang kami tahu, Klayar itu tempatnya setelah Srau. Jadilah kami mengikuti arah dari Srau menuju Klayar yang rutenya benar-benar terasa seperti di pedalaman (if you know what I mean). Setelah berjuang tanya orang sana sini dan melewati rute yang benar-benar "WOW" sekali, sampailah kami di Klayar :)

Waaaaaaaahhh!!!! :) :) :) Sumpah. Klayar itu kereeeeeenn sekali. Lebih keren daripada Srau yang dulunya saya idam-idamkan buat saya datangi lagi. Pasirnya yang putih dan pantainya yang biru, bikin saya ngiler :~ ppfffftt. Buru-buru pada ganti baju semua, dan ready to eksplor Klayar! Biar pada mupeng semua, saya mau nge-share fotonya ya :P


Itu cuma salah satu sisi lho, belum semua saya share. Ini juga saya googling, belum minta dari saudaranya Madin :| Mungkin terlihat biasa saja kalo di foto. Tapi, kalo kalian semua lihat Klayar secara nyata dan dari dekat... Saya engga mau nolongin kalo sampai ada yang kejang-kejang saking terpesonanya :D haha. Jujur saja ya, kalo kalian mau ke Klayar dan lewat yang dari arah Srau, kalian harus benar-benar berjuang. Kenapa gitu?? Karena rutenya super duper awesome. Alias seperti off road. Aspalpun putus-putus, kadang ada kadang engga, kadang mulus kadang bikin greget. Apalagi kalo musim hujan, jalan pada becek karena ada beberapa yang cuma jalan makadakam alias jalan-jalan batu. Rute dari arah Srau ini terkesan lebih seperti jalan mau ke pedalaman ketimbang ke pantai.

Kalo kalian kepingin lewat rute yang lebih mulus, akan lebih bijak dan lebih tepat kalo kalian lewat rute ke arah Gua Gong. Aspalnya mulus, jalan juga engga seperti mau ke pedalaman, dan yang lebih penting engga harus berjuang dengan sekuat tenaga. Kalo dihitung-hitung, jarak tempuh dari Ponorogo-Pacitan dan sampai ke Klayarnya, kita butuh waktu sekitar 3 jam lebih sedikit (engga tahu pastinya).

Banyak orang yang bilang, kalo Klayar ini Tanah-Lot nya Pacitan. Tapi, yang mereka bilang itu engga salah. Karena Klayar emang super keren dan awesome sekali :) Ada salah satu yang unik dari Klayar ini, yaitu seruling lautnya. Kalo ombak lagi besar-besarnya, bakal kedengeran suara 'fuuuuuu' seperti itu. Ini karena ombak melewati sela-sela batuan karang yang ada di pinggir pantai dan.... Sudahlah, saya engga tahu gimana teorinya. Yang jelas, seruling laut Klayar ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata. Sayangnya, waktu kami ke Klayar, seruling lautnya engga mau bunyi karena ombaknya yang engga terlalu besar :( sediiiiiihh.

Tapi, no problemo. Kami masih bisa main-main air dan pasir di pantainya :) Yang mau merasakan serunya main di pantai yang bagus dan belum terlalu ramai, Klayar bisa jadi salah satu pilihannya. Tiket masuknya juga murah banget, sekitar Rp 3.000,- kalo engga salah. Coba buat mengunjungi Klayar dan mengeksplorasi keindahannya :)

A lotta thank's to MADIN ♥  yang udah ngajakin saya, beserta saudara-saudaranya yang awesome sekali :)


14 Desember 2012 tepat jam 11.30 malam, akhirnya blog ini lahir juga :) Berkat saran dari Sinta Agustina, jadilah saya membuat blog ini dengan penuh kesadaran dan setengah mati kebingungan. Maklum saja, saya termasuk newbie dalam hal tulis menulis di blog, meskipun pada dasarnya saya suka menulis. Hanya menulis dalam imajinasi dan secarik kertas yang kadang tercecer hingga akhirnya hilang entah kemana :| Well, semoga saja dengan lahirnya blog ini bisa membuat saya semakin rajin untuk menulis dan mengapresiasikan apa yang terjadi dalam benak dan otak saya yang terkadang terkena badai autis. Sukses maksimal dan semoga saya berhasil dengan blog ini! :)

-vivitprav-